Minggu, 31 Oktober 2010

Antara Aku, Kamu dan Cinta Pertamamu


Mmmm, pagi yang cerah untuk memulai hari… hari yang istimewa di tahun ini, angan menerawang dalam sejuk kenangan manis setahun lalu… Tiba-tiba semua membuyar ketika kudengar sayup sayup suara lirih dari sosok yang kudapatkan sedang memanaskan motor untuk bersiap melaju ke dunia maisyahnya “de’ jangan lupa, nanti sore kutunggu di restoran kenanga jam lima ya , aku punya kejutan untukmu! jangan lupa kejutan untukku juga ya de’ hmmmm“ suara itu berlalu bersama sesosok pria bertubuh gempal dengan senyum sumringah yang selalu menghiasi wajah manisnya, ya bagiku dia manis, meski di luar dia terlihat menundukkan pandangan dan menjaga sikap nya yang kata orang-orang sih dia cool. Namanya ihsan, suamiku yang menghiasi hari-hariku dengan kebahagian selama satu tahun belakangan ini, dan hari ini dia, mengajakku merayakan hari jadi kami yang pertama direstoran favorit. Dengan pecel lele yang gurih dan sambal terasi dengan aroma khas, kami sering menghabiskan waktu makan disana, yang itung-itung lagi masa pacaran

Huff.. aku menarik nafas dalam-dalam sambil terus mengucap syukur, bersyukur atas nikmat tak terduga yang selalu dihujani Nya setiap saat, aku hanya ingat pesan almarhum guru agamaku waktu SMP dulu,pa Ahmad, kalo kita bersyukur maka Allah akan menambah nikmatnya, sama seperti ketika kita meminta uang jajan dengan orang tua, kalo kita bersyukur dan ikhlas menerima berapapun di diberikan orang tua, maka mereka akan menmbahkan uang jajannya, simple toh..

Pagi ini dalam, rasanya hatiku semakin berbunga-bunga, aku baru merasakan jatuh cinta yang semakin hari semakin bersemi, rasanya dunia ini berubah menjadi berwarna pink, semua menari bersama irama hatiku yang bertalu lembut. Aku makin jatuh cinta… Pada sang Pemberi Cinta dan pada sosok yang mendapatkan karunia untuk mencintaiku…

Terima kasih yang Allah atas Berkah ini, semua akan kujalani dengan rasa yang ikhlas, meski esok akan ada badai ataukah hanya riak-riak kecil yang mencoba menghempas bahtera ini, aku mohon kuatkanlah pundakku agar mampu memikul semuanya nanti.

Tapi aku yakin bersama mas Ihsan aku akan mampu melewati semua tantangan kehidupan...

Hmm... rasanya menunggu sampai jam lima sore cukup lama ya... gumamku, lalu ku bergegas mengambil ponsel sederhana tipe 6020, kubuka remember jadwal ku hari ini,, Rabu 3 Maret 2010 cuci baju, beresin lemari kamar bla.. bla... ok! Semangatku kembali bersemi, ”mm tampaknya dalam beberapa jam kedepan aku akan dibuat sedikit melupakan waktu sampai pukul lima sore dengan rentetan pekerjaan rumah tangga yang memang baru ku terjuni satu tahun ini. Maklum, predikat sebagai aktivis kampus telah membuatku agak sedikit kalang kabut di awal memasuki jenjang dunia baru yang kurangkai bersama mas Ikhsan.


”kumulai saja dengan merendam baju selama 15 menit, dan selama itu aku akan memberesekan lemari di kamarku, untuk kutata ulang... Sippp... seluruh anggota tubuhku merespon dengan baik atas perintah yang di bawa oleh sel saraf motorik keseluruh penjuru saraf gerak.. ”Ayo Semangat!, aku mulai mengumpulkan pakaian kotor, tidak terlalu banyak karena penghuninya hanya aku dan mas Ihsan, dan aku mencuci pakaian tiap 3 hari sekali, tidak terlalu sulit seperti yang dulu pernah kubayangakan.. mungkin karena sudah mulai terbiasa. Lalu setelah kupastikan tumpukan pakaian kotor itu terendam bersama deterjen dalam genangan air yang kutimba dengan sedikit mengeluarkan keringat, aku kembali kekamar untuk melancarkan aksi berikutnya, agar suasana rumah makin semarak kusetel kaset murottal juz 29 yang telah susah payah kuhapal dan hampir pernah hilang karena lupa ku ulang-ulang, untung saja mas Ihsan yang hapalannya tiga kali lebih banyak dariku dengan sabar menuntunku agar kembali bersemangat, dia berjanji akan membelikanku kitab riyadus shalihin lengkap bila aku bisa menyaingi hapalannya... agak sedikit berat si, tapi dukunganya membuat tantangan untukku menjadi lebih ringan... yach itulah warni-warni kehidupan kami setahun ini. Penuh dengan dinamika, ia berperan sebagai suami, kakak, sahabat dan semuanya... aku benar- benar beruntung telah menjadikannya sebagai pendamping hidupku,.. aku jadi makin jatuh cinta bila memikirkannya setiap waktu... hehehe...

Aku mulai menata lemari berukuran 2x1 meter yang diletakkan disudut kamar ukuran 3x4 mater, isinya bermacam-macam, mulai dari pakaian yang tidak cukup banyak, sampai berkas-berkas penting yang disimpan di bagian laci atas, yach berkas–berkas aku dan mas ihsan, berada dalam 2 laci berbeda, kami membaginya hanya untuk mempermudah bila ada yang diperlukan satu sama lain, ketika kubuka laci milik mas Ihsan yang mulai tidak tersusun rapi karena tadi pagi ia terlihat mencari–cari sesuatu dan belum bisa mengembalikan posisi semula karena hampir terlambat berangkat ke kantor, ia memintaku untuk merapikan lacinya juga, aku tak tahu apakah berkas yang ia cari sudah ditemukan atau belum, aku coba menarik laci dari tempatnya dan kuletakkan ditempat yang lebih lapang agar mempermudahku untuk merapilkan, satu persatu kurapikakan berkas-berkas yang sebagian besar hampir usang itu, mulai dari ijasah SD sampai ijasah S1 Pertanian nya yang baru didapat 2 tahun lalu.

Diantara tumpukan berkas yang mulai kususun perlahan itu kudapati dua buah buku tulis usang 58 lebar yang disambung satu sama lain dengan sterples, tak ada yang menarik dari sampul cover hijau muda dengan gambar taman dan anak-anak kecil sedang bermain, kubuka di halaman pertama tertulis ”Buku gado-Gado” by Ikhsan Saputra yang hanya kumpulan catatan kecil semester 4... aku hanya tertarik pada dinamika tulisan tangannya yang menurutku agak unik, aku menyebutnya tulisan kotak-kotak, karena setiap alfabet yang ia ukir di sana nuansanya kotak... entak lah apa dia terlalu asyik menulis lewat komputer hingga tulisan tangannya pun agak sedikit lebih canggung disentuh.. ”hmmmm.. suamiku.. suamiku.. kamu lucu juga ya.. hehehe..” aku tak terlalu bersemangat membolak balik tulisan kotak anehnya, karena kufikir hanya catatan kuliah saja yang tertulis, dengan malas ku buka lembar demi dan bermaksud segera melanjutkan rencana muliaku untuk membereskan laci suami tercinta, tapi mataku menangkap cacatan yang sepertinya tak hanya cacatan mata kuliah semester empatnya, seperti... ah... ternyata dipertengahan buku nya.. tak hanya catatan kuliah saja, tapi.. catatan hariannya.. yach.. cacatan hariannya, tanpa berfikit panjang dan dengan sejuta rasa penasaran yang kukumpulkan hingga menjadi kekuatan rasa ingin membacanya, aku membaca perlahan disetiap kalimatnya..

Awal waktu, 30 Juli 2005

Entah kenapa buku cacatan ini menggodaku untuk menulis, meski tulisanku agak jelek,tapi aku ingin menulis.... apa yang ingin kutulis ya???

Ow.. tentang hariku saja..

Tidak ada yang istimewa, rapat panpel penyambutan angkatan 2005, dan aku ditempatkan sebagai korlap oleh pa Gubenur, katanya wajahku cool jadi cocok sebagai icon senior yang bertampang tegas, meski aku tidak terlalu suka, aku lebih suka menghabiskan waktu di masjid kampus, menyelesaikan 1 juz tilawahku, n baca buku persiapan ngisi Folow Up.. tapi inilah dakwah, harus fleksibel, ditempatkan di ranah siyasi kampus, membuatku harus mengambil tindakan tegas untuk menjaga diri sendiri, yach.. istilah kerennya membaur tanpa harus terbaur..

Belakang rektorat, 19:00 31 Juli 2005

Pra Ospek dimulai tugas pertamaku mendampingi MABA yang baru mengikuti Pra Osek di GSG, semua terlihat sama.. aku jadi ingat program Al akh Al Wahid yang ditugaskan DPU untuk setiap ADK di Fakultas masing-masing, 1 ADK dapat minimal 1 adik baru yang bersedia dibina, aji mumpung, fikirku, mumpung tugas korlap. Aku pergunakan saja waktu yang ada untuk membidik sasaran, ku berjalan mengelilingi lorong bangku yang sudah dipenuhi para calon mahasiswa baru, pandanganku tertuju pada satu wajah, mmm.. agaknya muka ihkwan ni... fikirku sambil tersenyum2... bagus juga untuk dibidik, lalu aku mendekatinya sebelum sampai padanya sosok itu berdiri dan berbalik kearahku.. keluar dan berlalu.. lalu ia melempar senyum ramah kearahku sabil mengangukan kepalanya seolah menyapaku dengan bahasa isyarat, yach.. mungkin karena kau terlihat sebagai senior dengan almamater kebanggan dan beberapa emblem yang menghiasi almamaterku ini. Kubalas senyumnya dengan anggukan juga, wajahnya teduh, dengan rambut cepak berkemaja putih celana dasar hitam dan berpostur tubuh yang tegap menjadikan dia terkesan lebih berwibawa, meski tinggi badannya mungkin hanya 158 cm tapi menurutku cukup bagus ni kalo jadi ikhwan atau tar bila dia memiliki kemampuan kepemimpinan untuk dibidik jadi calon ketua LDK atau ketua BEM...

Ah.. akan ada waktunya akhi untuk tahu identitas calon adiku ini gumamku sambil terus memperhatikan para MABA yang lain...


Taman Jurusan, 7 Agustus 2005..

Astagfirullah.. ternyata dia cewek??? Tak kusangka... hah aku tertipu... setengah tak percaya aku memandang tanpa jeda.

Calon adik binaanku yang mau ku bidik jadi ikhwan itu ternyata cewek tomboy dengan dandanan maskulin abis...

Dia berhasil menipuku.. tak Cuma aku.. tapi senior-senior lain yang membuat porsi lebih bagi mahasiswa cowok untuk di kerjai di ospek fakultas, hal paling ku benci, senioritas tingkat tinggi, setidaknya posisiku sebagai korlap bisa sedikit berpengaruh mengurangi bentuk kekerasan yang telah dirancang sebelumnya, meski memang belum hilang sepenuhnya kebudayaan itu, entah setan mana yang merasuki para pendahulu kami hingga membuahkan maha karya kekeraan sebagai wujud pendidikan dini bagi mahaswa baru… astagfirullah aku hanya mampu berulangkali menyebut istigfar atas semua yang terjadi...

14 Agustus 2005

Ospek selesai, setidaknya meski ospek 6 bulan kedepan tetap berlangsug setiap minggu, tapi setidaknya aku bisa bernafas lega, melihat penderitaan para MABA yang aku pun pernah berada diposisi itu, hari ini aku kembali ke jurusan, menerima adik-adik baru sebagai seorang ketua hima, menyabut mereka di Aula bersama dosen-dosen pendamping yang memiliki posisi penting disana... aku masih tetap mencari calon adik asuhku setelah kupastikan aku gagal membidik seorang MABA yang belakangan kutemukan seorang cewek... Astagfirullah lagi-lagi aku harus beristigfar... meski aku tahu adik kecil salah sasaran itupun berada di barisan yang duduk berhadapan dengan kami para pembicara... sebagai mahasiwi baru, dengan kata lain ternyata dia adalah adik tingkatku

Eforia Pagi, 15 Juli 2005

Kenapa aku makin suka menulis?? Hal-hal kecil yang tidak terlalu penting menurutku... tapi aku mulai menikmatinya, mungkin karena saat ini amanah dakwah menjadikanku semakin melakolis?? Ah tidak kufikir... aku biasa saja kok.. hanya berfikir ternyata aku suka menulis... dan kutemukan hobi baru.


Fajar tanpa lengan , 17 Juli 2005

Adik tomboy salah sasaran itu.. kemarin sore menyodorkan sebuah buku tulis pada ku yang didalam telah berjajar nama senior lengkap dengan tanda tangannya, kulihat sudah ada 98 orang kakak tingkat yang berhasil dikumpulkan tanda tangannya, wah ligat juga ya... padalah baru 2 hari lalu, tugas itu kuberikan untuk para MABA agar mereka lebih mengenal senior-senior dijurusanya. Aku masih ingat percakapan sore itu

”permisi kak... Boleh saya minta tanda tangannya? ” dengan sopan ia memintaku untuk mengisi bukunya, tanpa ragu kuambil buku itu dari tangannya, namun, aku tak langsung membubuhkatn tanda tanga pada lembar kesekian dibukunya, tiba-tiba saja sel saraf tak sadarku langsung memerintahkan mulutku untuk bertanya padanya, namamu siapa de’? dia menjawab ”saya oki kak”, ”kok namanya kayak cowok emang nama panjang siapa?” selidikku lebih dalam, ”Kiandra Elsa Putri” jawabnya lugas, ”mm.. kenapa mau dipanggil oky?”, ”Biar agak sedikit maskulin ka, hehehe... peace”… aku tersenyum geli mendengar jawabanya, lalu kutanya lagi, ”kamu ini memang tomboy yach....?”,” ya gitu kak tuntutan profesi hehehe.. ”jawabanya santai, ”maksudnya? ”Tanya ku penasaran,” ia ka karena saudaraku semuanya cewek jadi gada yang bantu papa kalo buat benerin genteng bocor, ngangkut air, hehehe, becanda...”, aku makin ingin tertawa namun hanya bisa tersenyum menahan tawa yang sebenarnya ingin kulepaskan, tapi aku harus tetap jaga image dong, didepan junior... Ya begitulah bincang sederhana kami sore itu, anak yang ramah, supel, dan unik.

20 Agustus 2005

Aku sedang asyik duduk di Taman Jurusan sambil melahap buku Fiqih Dakwah halaman 42, tiba-tiba pandanganku tertuju pada sosok tomboy unik salah sasaran yang berada diseberang jalan hanya beberapa meter dariku, dia terlihat tengah asyik berbincang akrab dengan Arni, akhwat teman seangkatanku, Wakil Ketua LDK Fakultas, sepertinya seru sekali, aku hanya berdoa semoga saja Arni bisa membawa anak itu kejalan dakwah.. Amin... lalu tak kubiarkan pandanganku berlama-lama hinggap pada mereka karena aku lebih tertarik pada buku tebal yang sedang kugenggam dan kulanjutkan saja aktivitasku...

14 Oktober 2005

Hari ini aku diminta kawan LDK bantu-bantu di acara pesantren ramadan selama 3 hari di asrama haji nih, yach, bagiku inilah waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadahku, berkumpul bersama ikhwah, sharing bersama, berbincang tentang kondisi umat hari ini, dan hal-hal menyenangkan yang telah lama tak kutemukan setelah aku di amanahkan menjadi ketua hima di jurusanku, rasanya seperti pulang ke kampung halaman sendiri, sejuk rasanya... penuh haru.. penuh rindu... subhanallah... Allah aku mencintai mereka karenaMu...

16 Oktober 2005

Huff.. rasanya cepat sekali pesantren ini berlangsung padahal baru kunikmati kebersamaan bersama kawan-kawan terdekat, aku membantu panitia mengakomodir para peserta untuk mengikuti upacara penutupan. Semua peserta ikhwan dan akhwat berkumpul dalam satu ruangan besar, sepintas juga kulihat adik tomboy salah sasaran itu melintas di hadapanku sambil melempar senyum dan menyapaku dengan bahasa isyarat melalui anggukan kepalanya, dasar anak lugu fikirku... tapi kali ini penampilanya berbeda dengan jilbab kaos biru muda panjang yang agak sedikit berantakan, rok biru dan baju kaos biru garis-garis yang sering di pakainya ngampus… lucu tapi lebih terlihat anggun daripada penampilan sehari-harinya di kampus, aku hanya bergumam semoga semoga hidayah itu sampai padanya... amin...

18 November 2005

Aktivitas kuliah sudah mulai seperti biasanya, meski tinggal 12 sks lagi yang harus ku jalani di semester ini, tapi aku harus tetap semangat, kuliah dan dakwah harus tetap dijaga kestabilannya, apalagi di Hima sudah mulai banyak program-program kerja yang akan digulirkan...

Hari ini kulihat adik tomboy salah sasaran itu berlalu di depan dengan motor Supra X kebanggaanya, kalo tidak salah ia sering menyebut dengan naman Blacky.. dasar aneh... tapi ada yang lebih aneh darinya... penampilanya... yah penampilanya... sama seperti ketika kulihat dia ketika sanlat waktu itu, subhanallah ternyata hidayah itu... maha suci engkau Ya Allah.. adik tomboy salah sasaran itu.... hmm aku hanya terharu lega sambil berucap syukur pada kebesaran ilahi... termakasih ya Allah, duhai zat yang Maha segalanya....

19 November 2005

Yupzzz... aku pindah buku ni.. tak terasa... tulisan-tulisan ini menghantarknku pada ujung buku yang tinggal satu lembar lagi .....tapi tenang.. dengan streples aku akan tetap bisa bersamamu duhai buku usang gado-gado favoritku...

25 Desember 2005

LDK di Fakultas ku mengadakan acara diskusi bersama antar LK dan LDK, ajang silahturahim yang selama ini belum teroptimalkan dengan baik... para keluarga muda LDK F dilibatkan sebagi panitia pelaksana, meski baru... tapi profesional sekali kerja mereka... dan salah satu diantaranya ada si tomboy.. ups aku tak boleh panggil dia itu lagi.. siapa ya namanya ow oky.. ya oky.., dengan jalanya yang masih agak ribet karena kali ini dia memakai rok panjang yang sepertinya bari 1 minggu di kenakannya, dia terlihat lebih anggun meski nuansa tomboynya belum hilang dari karakternya, ya.. biarlah nanti juga berubah sendiri.. sepertinya tu anak seksi humas dah... langkah ligatnya mondar mandir dari hadapanku, meski tak ingin terpengaruh tetapi tetap saja konstentrasiku agak sedikit buyar padalah aku jadi salah satu pembicara hari itu, untung aku langsung bisa menetralisir keadaan...

4 januari 2006

Kenapa aku jadi sering bertemu dengan anak baru itu ya.. hampir setiap even yang kuikuti ada dia, meski aku tetap menjaga jarak berintaeraksi dengannya ya mungkin hanya sesekali saja, apalagi sepertinya dia sudah mulai bersikap layaknya seorang akhwat seperti akhwat pada umumnya, meski tomboy, supel, dan karakter cueknya masih melekat kental sepertinya memang susah untuk diubah... satu lagi.. sepertinya dia juga agak sedikit ceroboh.. buktinya setiap kali berjalan kaki dihadapanya ada saja yang meyebabkanya tersandung, kadang aku tertawa geli.. bila mendapati tingkahnya itu... dan yang lebih aneh lagi, kenapa hampir semua isi bukuku tentang akhwat tomboy ini ya??? waduh gaswat...


30 janiuari 2006

Entah kenapa aku jadi sering memperhatikanaya, tanpa kusadari mengamatinya dari sudut gelap dan dinginku menjadi secercah semangat dalam diri ini, dia memang beda.. dari akhwat yang lain,.. entah kenapa.. aku pun tak tau... astagfirullah ya Allah sang penjaga Hati.. jagalah hatiku dengan sebaik-baiknya......agar tak terkotori dengan hal yang tak kau ridhoi...

14 April 2006

Tak terasa sudah beberapa bulan berlalu, kesibukkan ku sedikit melumatkan perhatiaku pada akhwat tomboy itu, tapi hari ini saat makan siang dikantin masjid kudapati dia pun berada dalam satu ruangan yang sama bersama ke tiga sahabat ahkwat yang tak lain juga adik tingkatku, aku tak ingin memfokuskan untuk memperhatikan, karena hidangan makan siang yang sudah ada dihadapanku ini, lebih menarik, tapi tetap saja kudengar celoteh dan tawa cuek khas sifat sangunisnya menghidupkan suasana makan siang saat itu... aku hanya tersenyum sambil tetap mengarahkan wajahku pada sepiting nasi pecel lele kesukaan ku…



20 April 2006

Ya Allah pesrasan itu, kenapa selalu hadir... rasanya ada degupan kencang seolah-olah aku habis berlari puluhan meter... saat sosok tomboy itu melintas di depanku...

Dia terlalu unik untuk kukagumi, kenapa bisa begini, aku belum pernah merasakan perasaan ini....

Bahwa akhwat sekaliber Arni pun yang jam terbang dakwahnya jauh lebih tinggi tak mampu menggoyahkan prinsip hidupku, tapi kenapa sosok aneh sederhana dan tomboy ini justru berhasil memporak porandakan benteng pertahananku, padahal aku jarang sekali berinteraksi denganya, sengaja aku batasi agar hatiku tidak terlalu terjebak dalam perasaan ini, setiap kali berpapasan denganya aku hanya bisa beristigfar memohon ampun pada Allah atas perasaan ini...


2 Juni 2006

Alhamdullah surat mengajuan penelitian ku diterima, artinya aku bisa berangkat ke Bogor selama dua bulan, stidaknya aku akan mulai menata hati yang sempak berantakan, semoga berhasil...


1 Juli 2006

Berangkat berangkat... ke Bogor dua bulan.. bersama dua orang rekan se TIM ku yang kebetulan memang Ikhwan semua..

2 Agustus 2006

Mubes LPJ Hima jurusan dimulai, aku harus kembali pulang sebagai bentuk pertangung jawabanku atas kepengurusanku selama satu tahun terakhir, agak cukup alot persidangan berlangsung, tapi untungnya aku punya tim yang cukup solid dan mampu diandalkan yach.. meski tidak sekondusif kawan ikhwah di LDK yang sudah satu suhu (hhuff kawan-kawan aku merindukan kalian), tapi itulah tantangan terkadang aku berfikir kenapa aku tak ditempatkan di ranah aman (LDK, red) teryata Allah memang telah menggaris kan semua, alhamdullah peranku di Hima cukup berpengaruh hingga dakwah memiliki jalan untuk masuk ke Jurusan...

6 Agustus 2006

Hari ini kami bertemu dalam satu antrian di kantor pos kampus, di tepat berada dua selang didepanku, ah tampaknya dia tak menyadari ada aku disini, tiba-tiba kenapa aku berharap dia menegur ku.. ah... aku pasti telah digoda oleh perasaanku sendiri, aku tak mau terjebak... dalam perasaan itu....

2 September 2006

Perkuliahan memang belum terlalu aktif, entah kenapa aku ingin sekali pergi kekampus hanya sekedar ingin bersilahturami dengan ikhwan kampus, lagipula kerinduanku pada mereka telah memuncak, aku tak sabar ingin mendengar pengalaman adik-adik selama liburan atau ada pula kawan kawan yang baru pulang dari Praktek Umum kami dua bulan ini.

Aku melihat dia, lagi lagi kulihat dia, aku meencoba menepi dan berupaya agar dia tak melihatku, tapi pandanganku leluasa menjaganya, meski dari jauh...

Entah kenapa semakin hari perasaan itu bukannya semakin terkikis, justru makin bersemi dihati, peerasaan yang akupun belum pernah merasakanya, Ya Allah lindungi aku dari godaan syaitan, bila kau anugrahkan cinta untukku, jagalah hatiku yang Rabb, seperti kau menjaga hati Ali bin Abi Thalib untuk Fatima Azzahra, kuserahkan hatiku padamu ya Allah biarlah Kau yang jadi penentu bagi hidupku.

2 Febuari 2007

Hari ini draf ku di acc, dengan pembahas Favoritku Prof. Dr. Ariguna Jaya, M.Si, semangatku untuk melaju kejenjang calon sarjanawan mulai meningkat, seiring dengan perasaanku pada si tomboy aneh itu, meski sudah hampir satu minggu ini aku tak melihatnya atau berpapasan dengannya, ah.. biarkan rasa itu tumbuh, selama ia tidak keluar dari koridor nya, aku ingin memeliharanya dalam perasan yang suci, bila sudah waktunya nanti... ah sudahlah tak usah kufikirkan, kalau jodoh tak kan pergi kemana...

20 Maret 2007

Seminar hasil penelitianku baru saja kulalui dengan berjuta rasa, deg-degan, senang, gugup.. tapi Alhamdullah Allah memudahkan langkahku, nilai A berhasil ku kantongi, karena pembimbing dengan kolaborasi nilai 79 yang diberikan pembimbing 1 dan 2 serta pembahasku yang mengaku cukup puas dengan hasil penelitianku, meski ada sedikit cacatan yang harus kuperbaiki, ba’da magrib setelah keselesaikan tilawahku, bunyi dering sms menyeruak di kamar kosan berukuran 3x4 meter, ”Assalamualaikum, kak selamat ya atas nilai A di seminar hasinya nya, moga ane bisa meniru keberhasilan antum, sukses, Semangat Wassalam.oky”

Ya Allah .. rasanya dunia berbalik, semua kenapa jadi banyak bunga gini.. ga papa kan ya Allah.. hmm... tapi aku harus segera mentralisir hati, biar ga disangka sombong aku balas saja smsnya ” Jazakallah ya... semoga anti dapatkan hasil yang terbaik juga Amin.”

Aku memang tak ingin memperpanjang kata2 agar tak terjadi fitnah saja... Ya Allah aku senang sekali, subhannallah .. inikah rasanya jatuh cinta???


22 September 2007

Seluruh keluargaku berkumpul dari Jakarta, yach karena hari ini aku di resmikan menjadi seorang wisudawan, senang, haru, sedih, semua ada dihati... dengan kata lain aku tak punya alasan lagi ke kampus agar bisa bertemu dengan si tomboy aneh itu.. senang karena ternyata aku masuk dalam daftar wisuda terbaik di Fakultas..

25 September 2007

Semua sudah kufikirkan matang-matang, aku harus mengkonsultasikan perasaanku pada morobbiku yang tegas namun supple ini aku yakin dia bisa mmberikan solusi, Ust. Suhaimi. Semua kuutarakan tentang isi hatiku yang mulai berbeda sejak dua tahun ini, aku bersiap menerima konsekuensi dari apa yang telah kurasakan, ya Allah lagi lagi kuhanya bisa pasrah, ”akh, antum sudah siap untuk menikah? Bila antum siap, ana menganjurkan antum untuk langung datang menemui kedua orang tua tu akhwat, tapi kalo antum belum siap lahir batin, ana sarankan, minta agar Allah mengalihkan perasaan itu hingga antum benar-benar siap. Ingat akh, yang baik untuk yang baik, jadi jangan takut bila dia jodohmu, kelak kalian akan dipertemukan oleh Nya, tapi bila bukan, berarti antum akan di hadiahkan yang lebih baik lagi, ana salut dengan kerja keras antum demi menjaga hati, ana respek dengan sikap antum ini, karena itu ana yakin kebahagiaan itu akan segera tiba untuk antum. ” kata-kata ustad Suhai benar-benar menghujam dalam qalbuku, tapi mungkin beliau benar, aku belum siap.

14 Desember 2007

Akhinya aku diterima di sebuah perusahaan taraf internasional P.T JAPAN AGRICULRUTE, sebuah perusahan bonafit yang bergerak dibidang properti Ariculture, dan aku ditempatkan sebagai asisten Manajer operasional. Saatnya bekerja...


2 Febuari 2008

Dibalik kesibukkan baruku yang cukup padat, aku rindu menulis di buku usang ini, rasanya ada jutaan rasa yang kusimpan baik-baik di dalamnya.. aku merindukanmu duhai buku usang pelipur duka, setidaknya aku bisa mengungkapkan isi hati ku padamu, sebelum kutemukan cahaya hidupku yang akan berjuang bersama di sampingku kelak.

2 Desember 2008

Hari ini di loqoan aku kena sindir MR nie... dari sepuluh orang mutarobbinya, masih ada 4 orang yang belum mengajulkan proposal, diantara adalah aku, bukan karena aku menunda-nunda waktu itu, tapi kesibukkan ku jadi sedikit melupakan hal yang satu itu, meskipun perasaanku pada si tomboy aneh itu belum berubah sedikitpun, tapi aku sudah mulai mempelajari keiklasan, insya Allah aku ikhlas juga bila Alloh memang tak menjodohkanku padanya.

20 Febuari 2009

Desakan itu makin nyata, terlebih dari pihak keluargaku, mereka selalu menanyakan kapan aku perkenalkan calon isrtiku, wah.., aku makin pusing.. aku tak tahu kapan.. mungkin memang belum waktunya...

1 Maret 2009

Sepertinya aku harus mengambil keputusan, aku tak mau Allah melaknatku karena menunda-nunda waktu itu, tapi.. seperti ada yang mengganjal dalam benakku...

Aku langsung mengambil stop kontak Vega ZR ku dan kulajukan diriku menuju suatu tempat, tempak yang sudah lama tak kusinggahi, tempat dimana cintaku mulai bersemi, tempat itu aku bertemu tomboy aneh itu...

Laju kecepatan motorku kukurangi hingga menjadi 15 km/jam sengaja aku berputar mengellingi fakultasku, Fakultas yang tak hanya berubah, hari minggu tak banyak orang ke kampus hanya sebagian para aktifis yang menggelar event tertentu di sana... tapi sengaja tak kuhiraukan, aku hanya ingin sendiri hari ini, meyakinkan tentang hatiku, keiklasanku...



10 Maret 2009

Sudah kuputuskan... malam ini aku kan memantapkan hati menyerahkan dua lembar kertas sederhana namun menentukkan kehidupannku selanjutnya, ba’da liqo, sengaja kutunggu kawan-kawan agar pulang lebih dahulu, aku ingin privasiku tetap terjaga. ”ternyata antum sudah siap ya Akh, bagaimana dengan perasaan antum dengan akhwat itu...?”

Aku hanya menjawab, biar campur tangan Allah saja yang berkerja, tad”

27 April 2009

Tiba-tiba Ponselku berbunyi, dilayarnya tertera tulisan Ust. Suhaimi Calling... Persaan liqo baru besok deh.. ada pa ya? Fikirku heran “Assalamulaikum” sambut suara dijung sana, aku menjawab “Walaikum salam” ia memintaku datang kerumahnya malam ini ba’da isya.

30April 2009

Aku belum bisa tidur dua hari ini entah sampai kapan, masih kefikiran proposal itu...

........


Tulisan itu hanya sampai disitu, air matakku berlomba-lomba ingin keluar dari pelupuk mata, aku sudah tak bersemangat lagi mencuci baju, yang kuinginkan hanya memutar jam agar waktu bisa cepat bergulir menuju pukul lima sore...

Aku tak bisa berfikir jernih yang terbayang diotakku hanya perjalanan mas ikhsan 5 tahun lalu, aku tak bisa membayangkan betapa ia begitu memendam semua perasaan yang bergejolak dihatinya, ia pun begitu pandai menyimpanya semua sikapnya dari gadis tomboy yang namanya telah terukir sejak lima tahun lalu itu, aku tak tahu bagaimana perasaanku saat ini...

Semua seperti barisan klise layar film yang satu persatu dipertontonkan padaku tampak jelas. Lamunanku membuyar saat dering suara opick dalam ringtoon hp 6020 ku bersenandung, aku segera mengusap linangan air mata dan menyegerakan tubuhku menuju sumber suara, meski dengan sempoyongan.

Di layar tertulis my husband calling, segera kuperbaiki pita suara yang serak akibat jajaran lendir terkumpul di tenggorokkanku, ehem.. ehemm, “assalamualkum mas, aya naon atuh masih pagi uda call me? hehe...” senyumku menggodanya... eh bukan.. “ndak papa de’ Cuma pengen tanya... mmm tanya apa ya kok aku lupa... mmm.... iya tanya de’ kamu lagi ngapain?” tawaku pecah seketika, suara serak akibat kumpulan lendir di tenggorokkanku belum seenuhnya hilang... tapi masih bisa tertutupi... “ihhh mamas ini Cuma mau tanya itu toh.. ga penting banget si! Hehehe” ledekku lembut, “Ia ni aku lagi beresin lemari ni dilaci mu banyak berkas-berkas yang berantakan... oya mas.... tadi pagi cari berkas apa udah ketemu sapa tahu bisa kubantu sambil beres-beres ya tak?” Lanjutku penasaran.... “nah justru itu de’ data nya belum ketemu..... tapi.. ah udah deh tar lagi aja ya kucari.... jawabnya... ya udah met bekerja lagi istriku tercayang... selamat jadi bu RT yang baik... assalmulaikum khumairahku..” “wa’alaikum salam wr wb mas..” kusambut salamnya dengan iringan senyum...

Akhirnya, setelah kukerjakan semua agenda padatku, yah setidaknya sejenak melupakan sedikit gundah dan tanya dihati akan tulisan2 tangan yang diukir mas ikhsan dalam buku gado2nya itu.

16.00 WIB

Ashar sudah berlalu setengah jam lalu, dan aku sudah siap berangkat untuk bertemu sang sahabat hati. Segera kulajukan motor yamaha mio biru yang baru dibeli mas Ikhsan untuk ku beberapa bulan lalu katanya agar aku tetap bisa mobile meski jadi ibu RT..

20 menit kemudian.....

RESTORAN KENANGA

Ya.. segera kuparkirkan my blue-@, dan kulajukan langkahku kepintu masuk, dia belum datang rupanya gumamku, kupilih tempat duduk yang strategis didekat jendela, agar lebih mudah melihat indahnya pemandangan luar yang masih cukup asri. Sambil menunggunya kukeluarkan sebuah buku usang berwarna hijau pudar dari dalam tas kubuka setiap lembar isinya, mataku kembali berkaca-kaca tapi segera kukondisikan hatiku.. aku ingin acara hari ini menjadi moment terbaik untuku da mas Ikhsan.

Dia datang....

Sesosok pria bertubuh gempal, cool, dan berwibawa itu mendekatiku..

Hatiku makin luluh dengan senyum manis yang dibawanya dan.... setangkai mawar asli untukku...dan menyapaku ” sudah lama ya yang?”

My God.. sumpe lo.. ini suamiku... gumamku tak percaya rasanya apa yang terjadi padaku seperti mimpi saja, ehm... aku kembali teringat buku diary yang tak sengaja telah membuat hatiku gundah, yang kumasukkan kembali kdalam tas kulit coklat tua.

“Nda’ ko mas baru juga duduk, oya gimana kerjaanmu hari ini?” Jawabku lembut..

“Lancar... tapi untuk hari ini lupakan sejenak tentang kerjaan ya.. kita refrest aja dulu, ok. Lebih baik ngomonin tentang kita aja” jawab suamiku menggoda, “ihhh mamas nie kayak jarang bersamaku aja.. hehehe...”

Makan sore berlangsung hangat, sehangat mentari sore yang mencuri-curi pandang dan cahayanya menembus jendela... semakin menghangatkan, apalagi aku kelaperan.. hehe..

”Mas... Maukah kau menjelaskan sesuatu padaku??”

”Apa it de’??”

Aku mengeluarkan sebuah buku usang warna hijau itu dari dalam tas ku...

”Kenapa mas?”

Mas ihsan setengah kaget lalu melempar senyum padaku ”Akhirnya kau menemukannya... Tadi pagi aku sengaja berpura-pura mengacak lemari seolah-olah sedang mencari sesuatu, dan kuminta agar kau membereskannya.. dengan harapan kau membaca buku ini... Aku tahu kau terlalu pintar untuk tidak melewatkan buku ini. Dan ternyata aku benar... ini kejutannya.”

”Dasar usil Mamas ngerjain aku ya? Huhhh sebel...” gerutuku manja.. Dia tertawa lepas.

”Jadi rupanya sudah sejak lima tahun mas??”

“Ia” jawabnya..

“Lalu kenapa baru kau beritahu aku setelah satahun pernikahan kita?”

“Itu karena aku punya cara untuk mencintaimu sayang... Sudah lama ingin kuungkapkan.. tapi aku menunggu saat yang tepat..”

“Ditahun pertama prnikahan kita?” selaku

“Itu lah misteri cinta ukhtiku... Aku ingin membuat cinta itu tetap segar dan terbalut dalam bingkai dakwah. Aku ingin kau tetap menjadi sosok yang kukagumi sejak pertama kali mengenalmu 5 tahun lalu... duhai cinta pertamaku...”

Air mataku jatuh lagi, kali ini takkan kutahan.. kebahagian itu lengkap, cintaku memang telah terungkap, Allah mendengar do’a-do’a ku dan mas Ikhsan...

Aku merasa lebih bahagia dibanding setahun lalu ketika kumenerima proposal seorang ikhwan dari sang murobbi...

“Mas taukah kau... Aku sudah jatuh hati padamu sejak pertama kumengenalmu. Namun aku malu, kau begitu tinggi untukku, kau terlalu hebat bagiku. Apalagi aku Cuma junior berparas tomboy yang pasti tidak masuk kedalam kriteriamu Tiap kali kau duduk di Taman Jurusan.. aku suka sekali memadangimu sembunyi-sembunyi dari balik pepohonan rindang diseberang jalan ketika sedang bersama mba Arni wakil ketua LDK. Konyol banget ya.. Aku mencoba menghilangkan bayanganmu dari diriku, tapi tak bisa karena setiap kali ada even kau selalu hadir itu membuatku makin tersiksa, sampai suatu kau pergi dariku, karena kelulusanmu, saat itu aku benar-benar hancur.. aku fikir Allah memang tidak menjodohkan kita, terlebih sikapmu yang lebih jaim padaku padahal aku ga akhwat-akhwat banget kan saat itu, aku suka sebel saat kau pukul rata aku dan akhwat senior lainnya...”

“Hufff.... Setiap malam dalam lailku aku memohon agar Allah memberi petunjuk hati untukku, bila kita berjodoh maka jodohkan kami, tapi bila tidak membiarkan aku ikhlas melepasmu, bagiku ga mungkin baget aku berjodoh denganmu, lawong ketemu aja uda ga pernah. Tapi keajaiban itu benar-benar hadir ketika aku mendapat dua lembar kertas berisi biodata seorang ihkwan, aku hanya menangis haru. Aku memantapkan hatiku dengan istkharah... dan kau tau apa yang terjadi setelah kita dipertemukan lagi dalam ta’aruf hari itu? Aku loncat-loncat diatas tempat tidurku sampe aku jatuh keseleo dan aku dijewer ibuku aduh.. aduh sakit banget... tapi langsung ilang mengingat doaku selama 5 tahun dikabulkan, hehehe... semua itu kurasakan seperti mimpi... Tapi hari ini aku jauh lebih bahagia karena kutahu mamas pun menyimpan perasaan yang sama padaku... Subhanallah.. inikah cinta mas?”

“hehe... kamu ini lucu sekali.....Ia sayangku.... inilah cinta... Allah menghimpun kita dalam mahabbahnya.. Sungguh indah ya..”

Dan kami menghabiskan sore itu berdua dalam siluet senja ... yang merayu..

Labuhan hati Juli 2009

Tidak ada komentar: