Tampilkan postingan dengan label hoby ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hoby ku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2009

SOMAY LOVER!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

selain cintaku pada dunia perkepitingan aku juga cinta somay......
nah buat kawan2 yang juga seide dan sehoby denganku kuajak praktek bareng buat somay.. hayu atuh saudara-saudara.....
ni ada sedikit tipz membuat somay.. selamat mencoba!!!!!!!!!
Bahan Dasar:
  • 350 gr daging ayam cincang
  • 250 gr udang cincang
  • 100 gr tepung kanji
  • 2 siung bawang putih dihaluskan
  • 1 sdm minyak wijen
  • 1 sdt garam
  • ½ sdt merica bubuk
  • 1 butir telur kocok

Bahan untuk kulit:

  • 10 lembar kulit pangsit
  • 6 buah tahu ukuran 5 x 5 x 1 cm
  • 5 buah kentang ukuran sedang
  • 5 buah pare
  • 5 lembar kol tipiskan tulang daunnya
  • 5 buah ketimun

Bahan untuk Sambal Saus Kacang:

  • 100 gr kacang tanah goreng
  • 50 gr kemiri goreng
  • 2 siung bawang putih goreng
  • 2 buah cabai merah kukus
  • 1 sdm cuka
  • ½ sdm garam
  • 2 sdm gula pasir
  • 100 cc air matang

Bahan Pelengkap:

  • Saus tomat
  • Kecap manis
  • Jeruk limau
Cara Membuat:
  • Semua bahan dasar diaduk menjadi satu hingga membentuk suatu adonan.
  • Siomay:
    • Isi kulit pangsit dengan adonan bahan dasar. Bentuk seperti mangkuk, mekarkan tepinya.
  • Tahu & Kentang:
    • Belah dua, keruk salah satu sisinya, isi dengan adonan bahan dasar.
  • Pare & Ketimun:
    • Potong menjadi 3 atau 4 bagian, keruk bagian bijinya, isi dengan adonan bahan dasar.
  • Kol:
    • Celup lembaran kol dalam air mendidih agar layu.
  • Siomay, tahu, kentang, pare, ketimun dan kol yang telah disiapkan & diisi dengan adonan bahan dasar siap untuk dikukus hingga matang.

Cara Membuat Sambal Saus Kacang:

  • Haluskan semua bahan saus kacang, aduk rata dengan air matang. Jika terlalu kental, tambahkan air matang.

Cara Menghidangkan:

  • Potong semua campuran sesuai selera kemudian tuangkan bumbu kacang di atasnya. Lalu bubuhi saus tomat, kecap dan perasan jeruk limau sesuai dengan selera.

Untuk 4-6 orang.

Jumat, 17 Oktober 2008

Spektrum Khayalan


Pernah ku merasa gundah

Saat tepian waktu menepatkan barisan rapuh itu dihadapan

Segerombolan manusia tanpa warna

Mereka luluh diantara gontaian masa

Semakin pudar

Entah....

Karena rajutan lilin-lilin putih yang mulai redupkah

Atau hingar bingar sosok manusia lain yang

Terlalu angkuh untuk berhenti meski hanya

Sekedar menyapa

Hatiku sedikit lirih

Sesekali begumam

Hah...

Bahkan bayangankupun tak berani

Kuhadirkan dalam alur khayalan pengandaianku

Mungkin aku terlalu naif

Atau kondisi mereka yang terlalu...

Ingin rasanya menutup mata rapat-rapat

Berlalu tanpa harus melihat

Aku hanya pilu

Tak mampu berbuat banyak

Beraniku Cuma sebiji sawi

Bukan segumpal matahari yang mampu

Bersinar bahkan mebakar terik planet ini

Tiba-tiba lamunanku bertumpu di satu lini

Menerobos terowongan gelap dengan

percepatan sepersekian detik...

hup... dan aku tersentak

My GOD

Dibelakangku ?? depan?? Samping??

Mereka menyerangku

Tak membiarkan ku bernafas

Makin sesak

Mereka semakin banyak

Seratus, seratus satu, dua...

Aku tak dapat mengitung

Terlalu banyak

Mereka menjamah pakaianku

Menarik lenganku

Hingga... hah .. tanganku putus

Lalu memakannya

Sekejap darah segar mengalir

Tak berhenti disitu

Sekelompok yang lain menggamit kedua kakiku

Menariknya hingga putus

Yang tersisa hanya kepalaku

mereka membiarkannya pergi

Berharap sampaikan epik ini pada dunia

Pada konglomerat yang berhati melarat

Kepada aparat yang bertindak seenak jidat

Pada petugas yang tak pernah tegas

Dan

Kepalaku

Kembali sejurus bersama khayalan

Aku terperaanjat..

Terdiam tanpa jeda

Berfikir tanpa usai

Terduduk sambil mendapati pengemis tua yang berjalan menujuku

By: Nariez xhu dyne

Kamis, 16 Oktober 2008

Spektrum Khayalan

Pernah ku merasa gundah
Saat tepian waktu menepatkan barisan rapuh itu dihadapan
Segerombolan manusia tanpa warna
Mereka luluh diantara gontaian masa
Semakin pudar

Entah....
Karena rajutan lilin-lilin putih yang mulai redupkah
Atau hingar bingar sosok manusia lain yang
Terlalu angkuh untuk berhenti meski hanya
Sekedar menyapa

Hatiku sedikit lirih
Sesekali begumam
Hah...
Bahkan bayangankupun tak berani
Kuhadirkan dalam alur khayalan pengandaianku
Mungkin aku terlalu naif
Atau kondisi mereka yang terlalu...

Ingin rasanya menutup mata rapat-rapat
Berlalu tanpa harus melihat

Aku hanya pilu
Tak mampu berbuat banyak
Beraniku Cuma sebiji sawi
Bukan segumpal matahari yang mampu
Bersinar bahkan mebakar terik planet ini

Tiba-tiba lamunanku bertumpu di satu lini
Menerobos terowongan gelap dengan
percepatan sepersekian detik...
hup... dan aku tersentak



My GOD
Dibelakangku ?? depan?? Samping??
Mereka menyerangku
Tak membiarkan ku bernafas
Makin sesak
Mereka semakin banyak
Seratus, seratus satu, dua...
Aku tak dapat mengitung
Terlalu banyak

Mereka menjamah pakaianku
Menarik lenganku
Hingga... hah .. tanganku putus
Lalu memakannya
Sekejap darah segar mengalir
Tak berhenti disitu
Sekelompok yang lain menggamit kedua kakiku
Menariknya hingga putus

Yang tersisa hanya kepalaku
mereka membiarkannya pergi
Berharap sampaikan epik ini pada dunia
Pada konglomerat yang berhati melarat
Kepada aparat yang bertindak seenak jidat
Pada petugas yang tak pernah tegas

Dan
Kepalaku
Kembali sejurus bersama khayalan
Aku terperaanjat..
Terdiam tanpa jeda
Berfikir tanpa usai
Terduduk sambil mendapati pengemis tua yang berjalan menujuku


By: Nariez xhu dyne